Rabu, 20 April 2011

Astaga, Merek Saya Diambil Orang!!

Oleh: Yusran Isnaini
Tentu saja Anda panik ketika mengetahui merek yang selama ini Anda gunakan dalam usaha/bisnis ternyata dipakai oleh orang lain, rasa kesal dan gundah mulai memenuhi hati dan mengganggu pikiran. Selama ini Anda menggunakan merek untuk keperluan bisnis agar barang/produk yang Anda hasilkan dapat dikenal dan dibeli oleh masyarakat. Tidak pernah terbayang sebelumnya jika tulisan dan gambar yang ditempelkan tersebut ternyata harus didaftarkan. Akhirnya pertanyaan samar-samar mulai timbul di otak anda, apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan merek?

Menurut peraturan perundangan tentang Merek yang terdapat dalam Pasal 1 (1) UU No. 15 Tahun 2001, merek didefinisikan sebagai tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa. Dari pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa merek pada intinya terdiri dari tiga unsur, yakni tanda (gambar, kata, angka dll maupun kombinasinya), memiliki daya pembeda dan digunakan dalam dunia perdagangan.

Kepemilikan atas merek diperoleh melalui pendaftaran (pada Dirjen HKI) sebagaimana disebutkan dalam Pasal 3 Undang-Undang tentang Merek (UUM), bahwa hak atas merek adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada pemilik merek yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek untuk jangka waktu tertentu dengan menggunakan sendiri merek tersebut atau memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya. Berdasarkan ketentuan ini, maka prinsip pendaftaran merek yang dianut oleh Indonesia adalah prinsip pendaftaran pertama (first file), yaitu pihak yang melakukan pendaftaran pertama kali akan dianggap sebagai pemilik merek.

Ketentuan ini pada prinsipnya ditujukan sebagai upaya perlindungan hukum bagi pemilik merek, namun disisi lain juga memiliki kelemahan karena menimbulkan celah bagi orang yang tidak bertanggung jawab untuk mendaftarkan merek milik orang lain yang belum terdaftar namun produknya telah lama dikenal oleh masyarakat, pemilik merek ini disebut juga dengan istilah pengguna pertama (first use). Kemungkinan lain adalah mendaftarkan suatu merek asing yang belum terdaftar di kantor HKI dimana diketahuinya produk asing tersebut telah beredar luas dan memiliki pangsa pasar di dalam negeri. Praktek-praktek curang seperti ini tentu tidak dibenarkan karena jelas menunjukkan adanya sikap unfair dalam berbisnis. Dalam undang-undang merek sendiri disebutkan tegas bahwa merek tidak dapat didaftarkan atas dasar permohonan yang diajukan oleh pemohon yang beritikad tidak baik.
Lalu apa langkah dan upaya hukum yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi permasalahan di atas. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai pemilik merek atau sebagai pihak penerima lisensi merek asing (merek sudah terdaftar di luar negeri namun belum didaftarkan di Indonesia) dalam mengatasi permasalahan tersebut:

1. Mengajukan Keberatan Terhadap Permohonan Yang Diajukan Dalam Berita Resmi Merek.
Menurut prosedur yag diatur dalam undang-undang, sebelum dikeluarkannya sertifikat merek, Direktorat Jenderal HKI (Dirjen HKI) mengumumkan permohonan pendaftaran merek selama 3 (tiga) bulan dalam Berita Resmi Merek yang diterbitkan secara berkala oleh Dirjen HKI. Selama jangka waktu pengumuman tersebut, setiap pihak dapat mengajukan keberatan secara tertulis kepada Dirjen HKI. Keberatan yang diajukan tentunya harus berdasarkan alasan yang jelas disertai dengan cukup bukti bahwa merek yang dimohonkan pendaftarannya sesungguhnya tidak dapat didaftarkan atau harus ditolak berdasarkan ketentuan perudang-undangan. (Lihat Pasal 21 s/d. 24 UUM).

2. Mengajukan Gugatan Pembatalan ke Pengadilan Niaga
Pemilik merek asli dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan Niaga (Pengadilan Niaga Jakarta bila salah satu pihak berdomisili di luar negeri). Gugatan yang diajukan dapat berupa gugatan penghapusan merek atau gugatan pembatalan merek.

Gugatan penghapusan merek diajukan apabila merek tidak digunakan selama 3 (tiga) tahun berturut-turut dalam perdagangan barang dan atau jasa yang terhitung sejak tanggal pendaftaran atau pemakaian terakhir. Alasan penghapusan merek juga dapat didasarkan pada fakta bahwa merek tersebut digunakan untuk jenis barang dan atau jasa yang tidak sesuai dengan jenis barang atau jasa yang dimohonkan pendaftarannya, termasuk dalam hal ini adalah pemakaian merek yang tidak sesuai dengan merek yang didaftar. (lihat Pasal 63 Jo. Pasal 61 ayat (2) huruf a dan b).
Berbeda dengan dasar gugatan penghapusan, dalam gugatan pembatalan merek pemilik asli harus mempunyai dalil-dalil yang kuat dalam gugatannya menyangkut hal-hal seperti, Tergugat tidak memiliki itikad baik dalam pengajuan permohonan pendaftaran; mempunyai persamaan pada pokoknya atau secara keseluruhan dengan merek pihak lain yang telah terdaftar lebih dahulu; dan mempunyai persamaan pada pokoknya atau secara keseluruhan dengan merek yang sudah terkenal milik pihak lain untuk barang dan atau jasa sejenis.

Beberapa hal yang perlu diingat sehubungan dengan diajukannya gugatan pembatalan ini. Pertama, pemilik merek yang tidak terdaftar mengajukan permohonan kepada Dirjen HKI sebelum mengajukan gugatan pembatalan. Kedua, adanya batasan waktu dalam mengajukan gugatan yakni selama 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal pendaftaran merek. Khusus menyangkut batasan waktu terdapat pengecualian, yaitu ketentuan ini tidak berlaku jika gugatan yang diajukan didasarkan pada alasan telah terjadi pelanggaran terhadap nilai-nilai moralitas agama, kesusilaan atau ketertiban umum (lihat Pasal 68 ayat (2) Jo. Pasal 69).
Apabila salah satu pihak tidak puas atas putusan hakim, maka menurut UUM terhadap putusan hakim tersebut hanya dapat diajukan kasasi. Hal ini tentu berbeda dengan perkara perdata biasa dimana pihak-pihak yang merasa tidak puas biasanya akan menempuh upaya hukum banding terlebih dahulu baru kemudian mengajukan kasasi.
Demikian beberapa upaya yang dapat Anda lakukan. Tentu sekali lagi hal ini bukan merupakan pendapat hukum, namun hanya sekadar sumbangan pemikiran semata guna membantu Anda untuk lebih memahami tentang merek.

Jumat, 25 Februari 2011

10 Langkah Mendaftarkan Merek

Banyak orang yang belum begitu menyadari betapa pentingnya mendaftarkan merek. Berikut ini adalah tulisan yang bagus yang saya kutip dari majalah Sekar edisi 27/10, 24 Maret-7 April 2010.
Enjoy!

Penting Diketahui
10 Langkah Mendaftarkan Merek

Bagi seorang pengusaha, merek sangatlah erat kaitannya dengan produk yang ditawarkan. Memiliki merek sama dengan mendapatkan jaminan hokum atas barang yang dihasilkan. Ketahuilah langkah-langkah mendaftarkan merek melalui tulisan Tassia Sipahutar & Ira Nursita berikut ini.

Bila punya usaha, Anda tentu memiliki nama yang digunakan untuk menyebut barang dagangan Anda. Entah itu susu kedelai, pakaian anak-anak, atau peralatan mandi, Anda ingin agar barang tersebut identik dengan satu nama. Di masa depan, nama itu pun akan menjadi acuan saat mencari produk Anda.
Menurut konsultan keuangan Pietra Sarosa dari Sarosa Consulting Group, merek sangatlah penting karena menjadi identitas suatu usaha. Setelah beberapa saat, seiring dengan berkembangnya bisnis tersebut, merek menjadi jaminan kualitas yang selalu dicari pelanggan.
Misalnya Anda berjualan susu kedelai dengan merek Kedelaiku. Karena rasanya yang lezat, banyak orang menjadi pelanggan Anda. Kalau hendak membeli di toko, yang mereka tanyakan adalah, “jual Kedelaiku ngga?” Mereka tidak bertanya apakah pemilik toko menjual susu kedelai atau tidak. Mereka langsung ‘menembak tepat ke sasaran’, yaitu ke merek produk Anda.
Mungkin saat ini barang yang Anda jual sudah mempunyai merek. Tapi apakah merek itu sudah didaftarkan? Menurut Pietra, merek sangat perlu didaftarkan agar Anda mendapat perlindungan hukum.
Bisa saja ada orang yang iri dengan kesuksesan usaha Anda sehingga ia membuat produk yang sama dengan nama yang sama pula. Kalau dia yang lebih dulu mendaftarkan merek tersebut ke badan yang berwenang, bisa-bisa Anda yang dituduh sudah meniru usahanya, padahal yang terjadi adalah sebaliknya. Anda pun rugi besar-besaran.
Inilah yang dilakukan Evlyn Wasiso, seorang pengusaha perlengkapan mandi dan aromaterapi. Ia menggunakan nama OrangeAndBrown pada nama produk-produknya.
Karena ingin mendapatkan kepastian hokum dan perlindungan terhadap konsumennya, Evelyn mendaftarkan merek OrangeAndBrown ke Direktorat Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HKI).
Ia mencatatkan merek tersebut untuk enam jenis barang, diantaranya sabun, krim, dan sampo. “Memiliki merek berarti mendapatkan perlindungan atas usaha kita sendiri. Kalau tidak yang rugi adalah pengusaha,” jelas Evelyn.

AMAN DAN LANCAR BERUSAHA
Ira Deviani, SSi., MSi, Kasubag Humas Ditjen HKI, mengatakan fungsi mereka adalah agar konsumen dapat mencirikan suatu produk, baik barang mau pun jasa, yang dimiliki pengusaha. Dengan begitu konsumen dapat membedakan produk tersebut dari produk lain yang serupa atau mirip milik pesaingnya. “Orang yang puas tentu akan memakai kembali produk itu di masa depan,” tambahnya.
Selain itu, merek merupakan aset bisnis yang sangat berharga. Kalau sudah sangat terkenal, merek bisa jadi jauh lebih mahal harga dan nilainya daripada produk yang ditawarkan sendiri. Banyak pemilik merek enggan menjual walau diiming-imingi uang yang jumlahnya tak sedikit.
Menurut Undang-undang no. 15 tahun 2001, pendaftaran merek memberikan hak eksklusif kepada perusahaan pemilik merek guna mencegah pihak-pihak lain untuk memasarkan produk-produk yang identik atau mirip dengan merek yang dimiliki perusahaan bersangkutan dengan menggunakan merek yang sama atau merek yang dapat membingungkan konsumen.
Artinya, Anda akan aman dan lancar berusaha sebab orang lain tidak akan bisa meniru atau menggunakan nama yang sama. Nah, bila ingin mendapatkan kepastian hokum juga, silakan Anda daftarkan merek produk Anda. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:
1.    Pengajuan permohonan dilakukan dengan cara mengisi formulir yang telah disediakan. Formulir bisa didapat langsung di kantor Ditjen HKI, kantor Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (bila Anda berada di luar ibukota), atau dengan cara diunduh lewat situs www.dgip.go.id. Di sana tersedia formulir elektronik yang bisa Anda isi.
2.    Formulir diisi dalam ketikan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sebanyak empat (4) rangkap.
3.    Lampirkan surat pernyataan di atas kertas segel atau yang dilengkapi dengan materai. Surat yang ditandatangani pemohon ini menyatakan bahwa merek yang dimohonkan adalah miliknya sendiri, tidak meniru atau menggunakan merek pengusaha lain.
4.    Bila sudah menjadi badan hokum, Anda wajib menyertakan salinan resmi akta pendirian badan hokum atau fotokopinya yang dilegalisir notaries.
5.    Sertakan 24 lembar etiket merek yang sudah dicetak di atas kertas. Etiket adalah gambar atau desain logo Anda. Bila logonya berwarna, etiket harus dicetak berwarna pula. Dari 24 etiket yang disertakan, empat (4) harus ditempelkan dalam formulir.
6.    Lampirkan juga fotokopi KTP pemohon. Cukup satu (1) lembar.
7.    Sertakan bukti pembayaran dari bank. Untuk mendaftarkan merek ini, dibutuhkan biaya sebesar Rp 600ribu yang ditransfer ke BRI. Biaya ini berlaku untuk tiga jenis barang dalam satu kelas yang sama. Untuk setiap tambahan jenis barang dalam kelas yang sama, dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 50ribu. Untuk mengetahui perbedaan antara kelas dan jenis barang, lihat Tabel Klasifikasi Internasional Barang dan Jasa.
8.    Masukan semua berkas ini dalam map hijau yang bisa Anda dapatkan di koperasi Ditjen HKI atau Kanwil Kementerian Hukum dan HAM. Anda tidak bisa menggunakan sembarang map hijau karena diperlukan logo HKI di bagian depan map. Map ini menjadi pembeda dari permohonan lainnya.
9.    Serahkan map hijau yang sudah diisi lengkap dengan berkas-berkas ke loket pendaftaran merek.
10. Pantau perkembangan pendaftaran merek Anda melalui situs atau secara teratur datanglah ke kantor Ditjen HKI atau Kanwil Kementerian Hukum dan HAM.

PROSEDUR LANJUTAN
Irbar Susanto, Kepala Seksi Klasifikasi Merek, menjelaskan bahwa setelah menyerahkan seluruh berkas, masih ada proses berikutnya. Prose situ adalah:
·         Pemeriksaan kelengkapan berkas di Kepala Seksi Permohonan. Waktu yang dibutuhkan maksimal 15 hari kerja.
·         Berkas dilimpahkan ke Seksi Klasifikasi untuk diperiksa apakah produk yang tercantum sesuai klasifikasi barang. Tahap ini juga memerlukan waktu maksimal 15 hari kerja.
·         Setelah itu, berkas-berkas diberikan ke bagian pelayanan teknis dan disalurkan ke bagian pemeriksa merek. Bagian inilah yang akan memeriksa apakah merek yang Anda ajukan sudah terlebih dahulu dimohonkan pengusaha lain atau belum. Waktu yang dibutuhkan maksimal adalah Sembilan bulan.
·         Jika dalam jangka waktu maksimal Sembilan bulan diketahui bahwa merek tersebut adalah satu-satunya, nama tersebut kemudian didaftarkan. Pendaftarannya akan diumumkan melalui saluran-saluran resmi, misalnya situs atau papan pengumuman yang terdapat di kantor Ditjen HKI atau Kanwil Kementerian Hukum dan HAM.

KLASIFIKASI INTERNASIONAL BARANG DAN JASA
Berdasarkan Nice Classification (8th  Edition)
Diterbitkan oleh WIPO Tahun 2001

KELAS
JENIS BARANG
3
Sediaan-sediaan untuk memutihkan dan mencuci; sediaan-sediaan untuk membersihkan.
4
Minyak dan lemak untuk industri; bahan pelumur; zat untuk mengisap; membasahi debu.
14
Logam mulia dan campurannya dan benda-benda yang dibuat dari bahan-bahan itu.
15
Alat-alat music.
16
Kertas, karton, dan barang-barang terbuat dari bahan-bahan ini.
18
Kulit dan kulit imitasi dan barang-barang dan bahan-bahan ini.
20
Perabot rumah, kaca, bingkai; benda-benda (tidak termasuk dalam kelas lain) dari kayu.
21
Perkakas rumah tangga atau dapur dan wadah kecil.
23
Benang untuk tekstil.
24
Tekstil dan barang-barang tekstil tidak termasuk dalam kelas lain; seprai dan taplak.
25
Pakaian, alas kaki, tutup kepala.
26
Kerrawang dan sulaman, pita dan tali sepatu; kancing, kancing tekan, kait dan mata kait.
27
Permadani, tikar, linoleum dan bahan-bahan yang dipakai sebagai alas lantai.
28
Permainan serta alat-alatnya; alat-alat senam dan olahraga.
29
Daging, ikan, unggas, dan binatang buruan; sari daging.
30
Kopi, teh, kakao, gula, beras, tapioka, sagu, bahan pengganti kopi.
31
Hasil-hasil pertanian, perkebunan, kehutanan.
35
Periklanan; manajemen usaha; administrasi usaha; fungsi kantor.
36
Asuransi; urusan keuangan; urusan moneter; urusan real estate.
41
Pendidikan; penyediaan latihan; hiburan; kegiatan olahraga dan kesenian.
42
Jasa-jasa yang bersifat ilmu pengetahuan dan teknologi.
43
Penyediaan makanan dan minuman; akomodasi sementara.
45
Jasa-jasa yang bersifat pribadi dan social yang diberikan untuk orang lain untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan perorangan.
Catatan: daftar kelas barang dan jasa di atas hanya memuat heading class yang masing-masing terdiri atas banyak jenis barang dan jasa (secara keseluruhan berjumlah 12.500 jenis barang dan jasa). Untuk lebih lengkap, silakan kunjungi Facebook Majalh Sekar dan buka folder Notes.

Tip Sukses Menciptakan Merek
Berikut ini adalah tip yang diberikan konsultan keuangan Pietra Sarosa agar Anda bisa memiliki merek yang baik:
·         Pilih nama yang paling cocok dengan usaha Anda. Nama ini juga sebaiknya bisa membuat calon pelanggan tahu apa yang Anda jual. Jangan membuat nama yang terlalu rumit dan tidak nyambung dengan produk.
·         Sesuaikan bahasa yang digunakan dengan segmen pembeli. Kalau pembeli Anda merupakan orang-orang yang familier dan fasih berbahasa asing, Anda bisa memakai merek dalam bahasa asing pula. Jika tidak, gunakan saja bahasa Indonesia. Berhati-hatilah menggunakan bahasa asing. Jangan sampai salah penulisan karena itu akan membuat image usaha Anda buruk.
·         Dalam setiap kesempatan, komunikasikan merek Anda dengan semua orang. Perlahan-lahan, merek ini akan identik dengan Anda.

 ***

Sabtu, 12 Februari 2011

Tips marketing untuk bisnis rumahan Anda



Kesuksesan usaha rumahan Anda tak lepas dari peran penting marketing. Cara memasarkan produk atau jasa yang Anda jalankan dari rumah tidaklah sesulit yang dibayangkan sebagian orang. Kegiatan memperkenalkan dan memasarkan produk tidak melulu membutuhkan biaya besar. Ada beberapa tips sederhana yang bisa Anda jalankan.

  • Gunakan media sosial. Media sosial sangat berperan penting dalam memasarkan produk atau jasa Anda tanpa perlu mengeluarkan biaya. Gunakan akun facebook dan twitter Anda, dan jika Anda punya waktu lebih, buatlah blog dengan memanfaatkan layanan blog gratis yang banyak tersedia.Pantau selalu perkembangannya dan aktiflah berinteraksi dengan sesama pengguna dan para pelanggan Anda.
  • Jadilah brand ambassador untuk produk Anda. Misalnya usaha Anda bergerak dibidang fashion, jangan ragu untuk memakai produk Anda sendiri sesering mungkin. Anda bisa mengambil beberapa pelajaran berharga dari 'The Joneses', di mana keluarga Joneses selalu memakai barang-barang yang memang sebenarnya barang jualan mereka dengan cara yang keren sehingga komunitas sekitar menganggap mereka sebagai trendsetter dan berlomba membeli produk-produk tersebut. Tidak perlu seekstrim film itu, tapi setidaknya ada beberapa tips yang bisa Anda ambil. 
  • Dari mulut ke mulut. Pelayanan Anda yang memuaskan akan bergulir cepat dari mulut para pelanggan yang puas dan bercerita ke banyak orang. Ingat, kualitas produk dan pelayanan Anda adalah alat marketing terbaik. Saat saya bekerja freelance sebagai instruktur bahasa Indonesia untuk orang asing, setelah mengajar beberapa bulan, saya berhenti beriklan karena beberapa calon murid datang dengan sendirinya, kebanyakan adalah keluarga, teman, atau rekan sekantor mantan murid saya yang merasa puas dan merekomendasikan saya.
  • Simpan kontak pelanggan Anda.  Anda bisa mengirimkan info produk-produk terbaru Anda lewat sms atau email kepada para pelanggan Anda, informasikan juga tentang penawaran khusus seperti diskon, cuci gudang, dan lain-lain. Yang tak kalah penting adalah menjaga hubungan baik dengan sekedar mengirimkan ucapan selamat hari raya kepada mereka. Pastikan sms atau email Anda singkat dan berisi, sehingga tidak mengganggu.
  • Kegiatan sosial. Jika perusahaan besar biasanya punya CSR (Corporate Social Responsibility), tidak berarti Anda tidak bisa melakukannya dalam skala kecil. Membantu orang lain selalu menjadi hal yang menyenangkan, apalagi jika ini bisa menaikan citra usaha kecil milik Anda. Berpartisipasi dalam kegiatan donor darah, ikut menyumbang kue produksi Anda untuk acara buka puasa di mesjid dekat rumah, atau memberikan les gratis untuk anak-anak tidak mampu di sekeliling tempat usaha Anda. 
  • Penawaran khusus. Saat menjelang hari raya misalnya, Anda bisa menawarkan harga khusus kepada pelanggan, apalagi bila membeli dalam jumlah banyak. Atau jika usaha Anda adalah di bidang jasa pendidikan, saat musim liburan tiba, Anda bisa menawarkan kelas kilat khusus liburan, diskon besar untuk anak yang memiliki ranking tertentu, dan lain sebagainya. Bentuk penawaran khusus lainnya bisa berupa beli satu gratis satu, bonus hadiah untuk pelanggan baru, dll.
  • Beriklan. Tidak perlu yang mahal. Iklan baris di koran lokal, atau menyebarkan brosur ke komplek perumahan adalah cara beriklan yang ramah dengan kantong Anda. 
Ingatlah, bahwa marketing harus menjadi bagian dari usaha Anda, bagian dari perencanaan Anda. Yang harus selalu dilakukan dengan teratur, dipantau dan dijaga dengan baik.

Memulai Bisnis Anda sendiri..


Ada begitu banyak hal yang perlu dipertimbangkan saat Anda hendak memulai bisnis Anda sendiri. Anda bisa saja salah memilih lokasi usaha, salah menentukan harga bahkan mempekerjakan pegawai yang kurang berpengalaman. Perlu waktu untuk menyesuaikan semuanya, sedangkan waktu terus berjalan, sewa tempat dan gaji pegawai harus dibayar, dan sebagainya.
Untuk itu, perencanaan dan persiapan yang matang perlu dilakukan sebelum menjalankan sebuah usaha. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa Anda jadikan pegangan sebelum melangkah lebih jauh, antara lain:
  • Mencari kekuatan dan kelemahan Anda. Fokuslah pada kekuatan Anda dan perbaikilah hal-hal yang menurut Anda bisa melemahkan dan mengganggu usaha Anda. Misalnya kelemahan Anda adalah dari segi marketing. Maka tak ada salahnya meminta bantuan teman atau tenaga profesional untuk menangani masalah ini. Hal yang paling sederhana adalah mencari pengetahuan lebih tentang bagaimana menjual barang/jasa Anda lewat artikel-artikel yang banyak ditemui di majalah mau pun internet dan praktekkan!.
  • Tentukan biaya awal. Start-up cost atau biaya awal sangat penting untuk ditentukan saat memulai usaha Anda. Biaya yang diperlukan biasanya termasuk biaya membuat badan hukum (C.V misalnya), biaya pendaftaran merek barang/jasa, biaya disain, biaya sewa lokasi, biaya aset seperti furnitur, dan peralatan yang sesuai dengan usaha Anda. Dan yang terpenting jangan lupakan biaya cadangan selama beberapa bulan ke depan. Misalnya Anda bisa menyiapkan biaya cadangan enam bulan ke depan untuk biaya gaji pegawai, sewa lokasi, membayar air, listrik, dan telepon, serta pengeluaran regular lainnya. Biaya awal ini tentu saja sesuai dengan kemampuan Anda dan tergantung seberapa besar usaha yang akan Anda mulai. Jika Anda membutuhkan dana tambahan, Anda bisa meminjamnya di bank. Saat ini banyak bank yang memberikan kredit usaha kecil dengan persyaratan yang relatif mudah, misalnya Bank Rakyat Indonesia dan Bank Mandiri.
  • Tentukan lokasi usaha Anda. Lokasi usaha yang strategis cukup menentukan keberhasilan usaha Anda. Misalnya jika Anda ingin membuka usaha kantin, sebaiknya lokasinya dekat dengan perkantoran, kampus, atau tempat ramai lainnya.
  • Tentukan pelanggan Anda. Misalnya Anda ingin membuat atau menjual produk pakaian. Apakah yang Anda incar adalah anak muda? Orang dewasa, atau bahkan anak-anak? Atau semuanya?.
  • Cari tahu siapa kompetitor Anda. Dengan mengetahui dengan jelas siapa pesaing Anda, banyak hal positif yang bisa Anda dapatkan. Pertama, Anda bisa mencari apa yang belum digarap oleh pesaing tersebut. Misalnya pesaing tersebut menjual pakaian yang modelnya kurang trendy, berarti Anda harus mengambil peluang ini dan menawarkan baju yang lebih trendy. Kedua, Anda bisa ‘mencuri’ ilmu dari pesaing Anda yang sudah lebih dulu sukses. Cari tahu dan pelajari bagaimana ia bisa mencapai apa yang sudah diraihnya sekarang, misalnya pelayanan yang bagus, garansi, strategi pemasaran, dan lain-lain.
  • Daftarkan merek Anda. Selain membuat ijin usaha, untuk menghindari maraknya pemalsuan dan penyalahgunaan serta melindungi hak kekayaan intelektual (HKI) Anda, sebaiknya daftarkan merek Anda. Suryomurcito & Co adalah salah satu konsultan HKI yang punya layanan khusus dan ramah UKM.
  • Kartu Nama. Jangan lupakan pelengkap ini, seperti kartu nama dan brosur bila diperlukan. Ada banyak jasa pembuatan kartu nama dan disain brosur yang terjangkau. Datang saja ke percetakan yang banyak terdapat di sekitar Anda dan minta layanan ini.





Sudah merasa memiliki ide bisnis yang bagus, semangat wirausaha yang tinggi serta pengetahuan yang cukup untuk memulai usaha? Tunggu apa lagi? Take action now and be your own boss!.


Rabu, 09 Februari 2011

Ingin Menjadi Mamapreneur?

Ingin Menjadi Mamapreneur?
Banyak wanita bekerja mengidam-idamkan bekerja dari rumah sehingga bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarganya terutama anak-anak. Namun mereka takut dengan risiko yang mungkin terjadi jika mereka berhenti bekerja kantoran. Sementara itu, banyak ibu rumah tangga yang juga sangat ingin memiliki penghasilan namun tidak bisa menemukan pekerjaan yang sesuai, belum lagi kekhawatiran meninggalkan anak-anak di rumah hanya dengan asuhan pembantu atau keluarga lainnya. Itulah kenapa banyak ibu memutuskan untuk membuka usaha sendiri dan menjadi momtrepreneur.

sumber gbr: bing.com
Situasi ekonomi yang semakin sulit membuat banyak wanita terutama ibu mulai berpikir untuk membuka usaha sendiri. Tapi bagaimana menyatukan status ‘wanita wirausaha’ dengan tanggungjawab besar sebagai ibu dan istri? Karena jika usaha Anda gagal sementara Anda sudah terlanjur berhenti dari pekerjaan sebelumnya, itu artinya Anda kehilangan penghasilan yang sangat berpengaruh terhadap keluarga Anda, terutama anak-anak.

Atau jika Anda adalah ibu rumah tangga dan terlanjur mengeluarkan modal yang cukup besar untuk memulai usaha dan ternyata tidak berjalan sesuai keinginan, artinya masalah baru akan timbul dalam ekonomi keluarga.

Jika Anda memiliki semangat wirausaha atau ide bisnis yang mungkin bisa berjalan – namun Anda kurang yakin- inilah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan jalan mana yang harus diambil. (bahan diambil dari berbagai sumber).
  • Apa kelebihan Anda? Buatlah daftar mengenai ketertarikan, pengalaman serta keahlian Anda. Para pengusaha yang sukses akan setuju bahwa jika Anda tidak bergairah tentang hal-hal tersebut, coretlah dari daftar Anda. Jika Anda tidak suka melakukannya, bagaimana Anda akan sukses?.
  • Apakah Anda memiliki apa yang diperlukan? Selalu menjadi ketakutan banyak orang untuk mempertaruhkan semuanya dan memulai usaha sendiri. Faktanya adalah, menjadi orangtua adalah hal tersulit sedunia. Anda sudah memiliki keberanian, tekad, kesabaran, ketekunan dan  akal; semua sifat yang dibutuhkan dalam berbisnis. 
  • Apakah Anda orang yang disiplin? Saat Anda menentukan sendiri jam kerja Anda, bisakah Anda menahan godaan untuk libur seharian dan menghabiskan waktu bermain bersama anak-anak?, atau menyelinap untuk tidur siang dan menunda semua pekerjaan hingga detik-detik terakhir?.
  • Bagaimana kalau? Jika Anda memikirkan pertanyaan ini cukup lama, Anda mungkin bisa menemukan 100 masalah dalam usaha Anda. Namun, setiap pengusaha akan mengatakan pada Anda bahwa tidak ada bisnis yang berjalan tanpa hambatan. Jika hal tersebut mudah, semua orang sudah melakukannya. Jika Anda benar-benar percaya pada diri sendiri dan punya dorongan, keinginan serta ide bisnis yang tepat, Anda akan mampu melewati rintangan yang ada.
***