Jumat, 25 Februari 2011

10 Langkah Mendaftarkan Merek

Banyak orang yang belum begitu menyadari betapa pentingnya mendaftarkan merek. Berikut ini adalah tulisan yang bagus yang saya kutip dari majalah Sekar edisi 27/10, 24 Maret-7 April 2010.
Enjoy!

Penting Diketahui
10 Langkah Mendaftarkan Merek

Bagi seorang pengusaha, merek sangatlah erat kaitannya dengan produk yang ditawarkan. Memiliki merek sama dengan mendapatkan jaminan hokum atas barang yang dihasilkan. Ketahuilah langkah-langkah mendaftarkan merek melalui tulisan Tassia Sipahutar & Ira Nursita berikut ini.

Bila punya usaha, Anda tentu memiliki nama yang digunakan untuk menyebut barang dagangan Anda. Entah itu susu kedelai, pakaian anak-anak, atau peralatan mandi, Anda ingin agar barang tersebut identik dengan satu nama. Di masa depan, nama itu pun akan menjadi acuan saat mencari produk Anda.
Menurut konsultan keuangan Pietra Sarosa dari Sarosa Consulting Group, merek sangatlah penting karena menjadi identitas suatu usaha. Setelah beberapa saat, seiring dengan berkembangnya bisnis tersebut, merek menjadi jaminan kualitas yang selalu dicari pelanggan.
Misalnya Anda berjualan susu kedelai dengan merek Kedelaiku. Karena rasanya yang lezat, banyak orang menjadi pelanggan Anda. Kalau hendak membeli di toko, yang mereka tanyakan adalah, “jual Kedelaiku ngga?” Mereka tidak bertanya apakah pemilik toko menjual susu kedelai atau tidak. Mereka langsung ‘menembak tepat ke sasaran’, yaitu ke merek produk Anda.
Mungkin saat ini barang yang Anda jual sudah mempunyai merek. Tapi apakah merek itu sudah didaftarkan? Menurut Pietra, merek sangat perlu didaftarkan agar Anda mendapat perlindungan hukum.
Bisa saja ada orang yang iri dengan kesuksesan usaha Anda sehingga ia membuat produk yang sama dengan nama yang sama pula. Kalau dia yang lebih dulu mendaftarkan merek tersebut ke badan yang berwenang, bisa-bisa Anda yang dituduh sudah meniru usahanya, padahal yang terjadi adalah sebaliknya. Anda pun rugi besar-besaran.
Inilah yang dilakukan Evlyn Wasiso, seorang pengusaha perlengkapan mandi dan aromaterapi. Ia menggunakan nama OrangeAndBrown pada nama produk-produknya.
Karena ingin mendapatkan kepastian hokum dan perlindungan terhadap konsumennya, Evelyn mendaftarkan merek OrangeAndBrown ke Direktorat Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HKI).
Ia mencatatkan merek tersebut untuk enam jenis barang, diantaranya sabun, krim, dan sampo. “Memiliki merek berarti mendapatkan perlindungan atas usaha kita sendiri. Kalau tidak yang rugi adalah pengusaha,” jelas Evelyn.

AMAN DAN LANCAR BERUSAHA
Ira Deviani, SSi., MSi, Kasubag Humas Ditjen HKI, mengatakan fungsi mereka adalah agar konsumen dapat mencirikan suatu produk, baik barang mau pun jasa, yang dimiliki pengusaha. Dengan begitu konsumen dapat membedakan produk tersebut dari produk lain yang serupa atau mirip milik pesaingnya. “Orang yang puas tentu akan memakai kembali produk itu di masa depan,” tambahnya.
Selain itu, merek merupakan aset bisnis yang sangat berharga. Kalau sudah sangat terkenal, merek bisa jadi jauh lebih mahal harga dan nilainya daripada produk yang ditawarkan sendiri. Banyak pemilik merek enggan menjual walau diiming-imingi uang yang jumlahnya tak sedikit.
Menurut Undang-undang no. 15 tahun 2001, pendaftaran merek memberikan hak eksklusif kepada perusahaan pemilik merek guna mencegah pihak-pihak lain untuk memasarkan produk-produk yang identik atau mirip dengan merek yang dimiliki perusahaan bersangkutan dengan menggunakan merek yang sama atau merek yang dapat membingungkan konsumen.
Artinya, Anda akan aman dan lancar berusaha sebab orang lain tidak akan bisa meniru atau menggunakan nama yang sama. Nah, bila ingin mendapatkan kepastian hokum juga, silakan Anda daftarkan merek produk Anda. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:
1.    Pengajuan permohonan dilakukan dengan cara mengisi formulir yang telah disediakan. Formulir bisa didapat langsung di kantor Ditjen HKI, kantor Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (bila Anda berada di luar ibukota), atau dengan cara diunduh lewat situs www.dgip.go.id. Di sana tersedia formulir elektronik yang bisa Anda isi.
2.    Formulir diisi dalam ketikan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sebanyak empat (4) rangkap.
3.    Lampirkan surat pernyataan di atas kertas segel atau yang dilengkapi dengan materai. Surat yang ditandatangani pemohon ini menyatakan bahwa merek yang dimohonkan adalah miliknya sendiri, tidak meniru atau menggunakan merek pengusaha lain.
4.    Bila sudah menjadi badan hokum, Anda wajib menyertakan salinan resmi akta pendirian badan hokum atau fotokopinya yang dilegalisir notaries.
5.    Sertakan 24 lembar etiket merek yang sudah dicetak di atas kertas. Etiket adalah gambar atau desain logo Anda. Bila logonya berwarna, etiket harus dicetak berwarna pula. Dari 24 etiket yang disertakan, empat (4) harus ditempelkan dalam formulir.
6.    Lampirkan juga fotokopi KTP pemohon. Cukup satu (1) lembar.
7.    Sertakan bukti pembayaran dari bank. Untuk mendaftarkan merek ini, dibutuhkan biaya sebesar Rp 600ribu yang ditransfer ke BRI. Biaya ini berlaku untuk tiga jenis barang dalam satu kelas yang sama. Untuk setiap tambahan jenis barang dalam kelas yang sama, dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 50ribu. Untuk mengetahui perbedaan antara kelas dan jenis barang, lihat Tabel Klasifikasi Internasional Barang dan Jasa.
8.    Masukan semua berkas ini dalam map hijau yang bisa Anda dapatkan di koperasi Ditjen HKI atau Kanwil Kementerian Hukum dan HAM. Anda tidak bisa menggunakan sembarang map hijau karena diperlukan logo HKI di bagian depan map. Map ini menjadi pembeda dari permohonan lainnya.
9.    Serahkan map hijau yang sudah diisi lengkap dengan berkas-berkas ke loket pendaftaran merek.
10. Pantau perkembangan pendaftaran merek Anda melalui situs atau secara teratur datanglah ke kantor Ditjen HKI atau Kanwil Kementerian Hukum dan HAM.

PROSEDUR LANJUTAN
Irbar Susanto, Kepala Seksi Klasifikasi Merek, menjelaskan bahwa setelah menyerahkan seluruh berkas, masih ada proses berikutnya. Prose situ adalah:
·         Pemeriksaan kelengkapan berkas di Kepala Seksi Permohonan. Waktu yang dibutuhkan maksimal 15 hari kerja.
·         Berkas dilimpahkan ke Seksi Klasifikasi untuk diperiksa apakah produk yang tercantum sesuai klasifikasi barang. Tahap ini juga memerlukan waktu maksimal 15 hari kerja.
·         Setelah itu, berkas-berkas diberikan ke bagian pelayanan teknis dan disalurkan ke bagian pemeriksa merek. Bagian inilah yang akan memeriksa apakah merek yang Anda ajukan sudah terlebih dahulu dimohonkan pengusaha lain atau belum. Waktu yang dibutuhkan maksimal adalah Sembilan bulan.
·         Jika dalam jangka waktu maksimal Sembilan bulan diketahui bahwa merek tersebut adalah satu-satunya, nama tersebut kemudian didaftarkan. Pendaftarannya akan diumumkan melalui saluran-saluran resmi, misalnya situs atau papan pengumuman yang terdapat di kantor Ditjen HKI atau Kanwil Kementerian Hukum dan HAM.

KLASIFIKASI INTERNASIONAL BARANG DAN JASA
Berdasarkan Nice Classification (8th  Edition)
Diterbitkan oleh WIPO Tahun 2001

KELAS
JENIS BARANG
3
Sediaan-sediaan untuk memutihkan dan mencuci; sediaan-sediaan untuk membersihkan.
4
Minyak dan lemak untuk industri; bahan pelumur; zat untuk mengisap; membasahi debu.
14
Logam mulia dan campurannya dan benda-benda yang dibuat dari bahan-bahan itu.
15
Alat-alat music.
16
Kertas, karton, dan barang-barang terbuat dari bahan-bahan ini.
18
Kulit dan kulit imitasi dan barang-barang dan bahan-bahan ini.
20
Perabot rumah, kaca, bingkai; benda-benda (tidak termasuk dalam kelas lain) dari kayu.
21
Perkakas rumah tangga atau dapur dan wadah kecil.
23
Benang untuk tekstil.
24
Tekstil dan barang-barang tekstil tidak termasuk dalam kelas lain; seprai dan taplak.
25
Pakaian, alas kaki, tutup kepala.
26
Kerrawang dan sulaman, pita dan tali sepatu; kancing, kancing tekan, kait dan mata kait.
27
Permadani, tikar, linoleum dan bahan-bahan yang dipakai sebagai alas lantai.
28
Permainan serta alat-alatnya; alat-alat senam dan olahraga.
29
Daging, ikan, unggas, dan binatang buruan; sari daging.
30
Kopi, teh, kakao, gula, beras, tapioka, sagu, bahan pengganti kopi.
31
Hasil-hasil pertanian, perkebunan, kehutanan.
35
Periklanan; manajemen usaha; administrasi usaha; fungsi kantor.
36
Asuransi; urusan keuangan; urusan moneter; urusan real estate.
41
Pendidikan; penyediaan latihan; hiburan; kegiatan olahraga dan kesenian.
42
Jasa-jasa yang bersifat ilmu pengetahuan dan teknologi.
43
Penyediaan makanan dan minuman; akomodasi sementara.
45
Jasa-jasa yang bersifat pribadi dan social yang diberikan untuk orang lain untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan perorangan.
Catatan: daftar kelas barang dan jasa di atas hanya memuat heading class yang masing-masing terdiri atas banyak jenis barang dan jasa (secara keseluruhan berjumlah 12.500 jenis barang dan jasa). Untuk lebih lengkap, silakan kunjungi Facebook Majalh Sekar dan buka folder Notes.

Tip Sukses Menciptakan Merek
Berikut ini adalah tip yang diberikan konsultan keuangan Pietra Sarosa agar Anda bisa memiliki merek yang baik:
·         Pilih nama yang paling cocok dengan usaha Anda. Nama ini juga sebaiknya bisa membuat calon pelanggan tahu apa yang Anda jual. Jangan membuat nama yang terlalu rumit dan tidak nyambung dengan produk.
·         Sesuaikan bahasa yang digunakan dengan segmen pembeli. Kalau pembeli Anda merupakan orang-orang yang familier dan fasih berbahasa asing, Anda bisa memakai merek dalam bahasa asing pula. Jika tidak, gunakan saja bahasa Indonesia. Berhati-hatilah menggunakan bahasa asing. Jangan sampai salah penulisan karena itu akan membuat image usaha Anda buruk.
·         Dalam setiap kesempatan, komunikasikan merek Anda dengan semua orang. Perlahan-lahan, merek ini akan identik dengan Anda.

 ***

0 komentar:

Posting Komentar