Rabu, 09 Februari 2011

Ingin Menjadi Mamapreneur?

Ingin Menjadi Mamapreneur?
Banyak wanita bekerja mengidam-idamkan bekerja dari rumah sehingga bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarganya terutama anak-anak. Namun mereka takut dengan risiko yang mungkin terjadi jika mereka berhenti bekerja kantoran. Sementara itu, banyak ibu rumah tangga yang juga sangat ingin memiliki penghasilan namun tidak bisa menemukan pekerjaan yang sesuai, belum lagi kekhawatiran meninggalkan anak-anak di rumah hanya dengan asuhan pembantu atau keluarga lainnya. Itulah kenapa banyak ibu memutuskan untuk membuka usaha sendiri dan menjadi momtrepreneur.

sumber gbr: bing.com
Situasi ekonomi yang semakin sulit membuat banyak wanita terutama ibu mulai berpikir untuk membuka usaha sendiri. Tapi bagaimana menyatukan status ‘wanita wirausaha’ dengan tanggungjawab besar sebagai ibu dan istri? Karena jika usaha Anda gagal sementara Anda sudah terlanjur berhenti dari pekerjaan sebelumnya, itu artinya Anda kehilangan penghasilan yang sangat berpengaruh terhadap keluarga Anda, terutama anak-anak.

Atau jika Anda adalah ibu rumah tangga dan terlanjur mengeluarkan modal yang cukup besar untuk memulai usaha dan ternyata tidak berjalan sesuai keinginan, artinya masalah baru akan timbul dalam ekonomi keluarga.

Jika Anda memiliki semangat wirausaha atau ide bisnis yang mungkin bisa berjalan – namun Anda kurang yakin- inilah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan jalan mana yang harus diambil. (bahan diambil dari berbagai sumber).
  • Apa kelebihan Anda? Buatlah daftar mengenai ketertarikan, pengalaman serta keahlian Anda. Para pengusaha yang sukses akan setuju bahwa jika Anda tidak bergairah tentang hal-hal tersebut, coretlah dari daftar Anda. Jika Anda tidak suka melakukannya, bagaimana Anda akan sukses?.
  • Apakah Anda memiliki apa yang diperlukan? Selalu menjadi ketakutan banyak orang untuk mempertaruhkan semuanya dan memulai usaha sendiri. Faktanya adalah, menjadi orangtua adalah hal tersulit sedunia. Anda sudah memiliki keberanian, tekad, kesabaran, ketekunan dan  akal; semua sifat yang dibutuhkan dalam berbisnis. 
  • Apakah Anda orang yang disiplin? Saat Anda menentukan sendiri jam kerja Anda, bisakah Anda menahan godaan untuk libur seharian dan menghabiskan waktu bermain bersama anak-anak?, atau menyelinap untuk tidur siang dan menunda semua pekerjaan hingga detik-detik terakhir?.
  • Bagaimana kalau? Jika Anda memikirkan pertanyaan ini cukup lama, Anda mungkin bisa menemukan 100 masalah dalam usaha Anda. Namun, setiap pengusaha akan mengatakan pada Anda bahwa tidak ada bisnis yang berjalan tanpa hambatan. Jika hal tersebut mudah, semua orang sudah melakukannya. Jika Anda benar-benar percaya pada diri sendiri dan punya dorongan, keinginan serta ide bisnis yang tepat, Anda akan mampu melewati rintangan yang ada.
***

0 komentar:

Posting Komentar