Rabu, 17 September 2014

Pecel Lelel Lela Resmi Meluncurkan Logo Barunya

Logo baru Pecel Lele Lela (kiri)
Terhitung sejak 15 September 2014 lalu, gerai-gerai Pecel Lele Lela tampil dengan logo baru yang lebih segar. Logo lama yang menyerupai logo Starbucks dan didominasi oleh warna hijau tua dalam lingkaran kini sudah tidak dipakai lagi.

Sebagaimana dipublikasikan di koran KONTAN tanggal 18 September 2014 kemarin, akhir tahun 2011 lalu, pihak Starbucks sempat menyampaikan keberatannya kepada Rangga Umara selaku pemilik Pecel Lele Lela karena logonya dianggap mirip dengan logo Starbucks. Juliane Sari Manurung, konsultan HKI Lenny Huang, serta anggota tim lainnya dari kantor Suryomurcito & Co., melakukan mediasi dengan pihak Pecel Lele Lela. Rangga Umara menanggapi dengan baik keberatan tersebut dan bersedia melakukan diskusi serta pertemuan-pertemuan dengan pihak Starbucks hingga dicapai kesepakatan bahwa ia akan mengganti logo Pecel Lele Lela miliknya.

Proses penggantian logo di seluruh gerai Pecel Lele Lela memakan waktu hampir 2 tahun disebabkan karena banyaknya cabang yang dimiliki oleh Pecel Lele Lela yaitu sekitar 87 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan Malaysia.

Dalam pernyataan pers-nya pada bulan Agustus lalu, Rangga menyatakan bahwa Pecel Lele Lela secara resmi telah meluncurkan logo barunya dan semua gerai mereka telah menggunakan logo baru tersebut.
pic source
Hal ini merupakan contoh yang baik bagi para pengusaha bahwa setiap masalah tidak melulu harus diselesaikan lewat pengadilan. Dengan itikad baik dari kedua belah pihak dan mediasi yang tepat, kesepakatan damai yang menguntungkan kedua belah pihak bisa dicapai.

***

Jumat, 10 Januari 2014

LPDB-KUMKM Anggarkan Rp2,63 Triliun Tahun Ini


 
image source: bing.com

JAKARTA--Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) sementara mengganggarkan sebesar Rp2,63 triliun tahun ini untuk pinjaman dana bergulir kepada para mitranya.

Kemas Danial, Direktur Utama LPDB-KUMKM, mengatakan anggaran tahun ini sebesar Rp2,63 triliun masih mungkin bertambah pada pertengahan tahun nanti sebesar Rp1 triliun dari pemerintah.
"Masih rencana itu ," katanya di sela-sela acara penandatanganan Perjanjian Kerjasama Kamis (9/1/2013).
Apabila terdapat dana tambahan dari pemerintah, maka anggaran LPDB-KUMKM tahun ini berpotensi menjadi Rp3,63 triliun. Kemas akan terus berupaya mengajukan tambahan anggaran tiap tahunnya.

Pada tahap awal tahun ini, LPDB-KUMKM menyalurkan dana bergulir sebesar Rp300 miliar pada UKM dibawah binaan Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Milik Pemerintah Daerah di Seluruh Indonesia (Perbamida), dengan bunga yang dipatok sekitar 6%. "Rp300 miliar untuk UKM dibawah binaan BPR milik Pemda," katanya. Setelah itu, barulah LPDB-KUMKM akan menyalurkan dana bergulir melalui mitra lainnya yaitu koperasi, perusahaan modal ventura dan sektor riil.

Menurutnya, dana yang disalurkan melalui BPR masih mungkin akan bertambah apabila penyerapan dana melalui mitra lainnya tidak maksimal.

Sementara itu, pada 2013, LPDB-KUMKM mematok target Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) sebesar Rp1,92 triliun. Hingga Desember 2013, realisasi penyaluran pinjaman atau pembiayaan dana bergulir LPDB-KUMKM yang telah diproses Rp1,80 triliun atau 93,88% dari target RBA.

Sumber : Bisnis Indonesia dan depkop.go.id