Rabu, 07 Desember 2016

ICAR ASIA MELUNCURKAN FITUR CHAT DI ASIA TENGGARA


Sudah tahu iCar Asia, kan?. Pada tanggal 7 Desember 2016 lalu, iCar Asia Limited (ASX: ICQ), pemilik jaringan portal otomotif nomor1 di ASEAN ini, merayakan keberhasilan platform komunikasi baru di Indonesia untuk bisnis Mobil123.com.

Senin, 08 Agustus 2016

Gamal Nasir Terpilih Sebagai Tokoh Kelapa Sawit Nasional [updated]


Saya memang bukan pemerhati perkebunan, khususnya perkebunan kelapa sawit, namun saat mendengar ada seminar tentang kiat sukses replanting kebun kelapa sawit sekaligus peluncuran buku berjudul sama yang ditulis oleh bapak Gamal Nasir selaku Direktur Jenderal Perkebunan, saya pun tertarik untuk hadir dalam acara tersebut.

Selasa, 02 Agustus 2016

Belajar jadi Blogpreneur bareng Ani Berta, Haya Aliya Zaki, dan CNI.


Hai mamapreneurs dan UKMers, kali ini saya ingin berbagi soal menjadi blogpreneur. Yes, mau jadi entrepreneur bisa lewat blog juga, loh. Trus caranya gimana?. Yuk,  baca lebih lanjut hasil liputan saya di acara #bukberCNI bersama CNI yang berjudul How To Be A Blogpreneur” ini.

Rabu, 29 Juni 2016

Maksimalkan bisnis wedding photography dengan Zen AiO Z240IC


Sudah satu tahun terakhir ini saya dan suami mengelola bisnis sampingan yang kami namakan OneFineDay Company, sebuah usaha fotografi dan videografi yang banyak menangani acara pernikahan, launching suatu produk, sampai membuat company profile. Namun memang fokus utama kami di wedding documentation.

Jumat, 20 Mei 2016

MUFFEST 2016 dan Cita-cita Indonesia Sebagai Pusat Fashion Muslim Dunia


 
Tanggal 19 Mei 2016 kemarin, Kementrian Perdagangan mengadakan konferensi pers menjelang diadakannya Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Indonesia 2016. Sebanyak 40 desainer yang semuanya adalah UKM, akan difasilitasi Kemendag dalam pagelaran besar ini. 

MUFFEST 2016 adalah salah satu kegiatan yang diharapkan dapat membuat Indonesia menjadi salah satu kiblat busana muslim dunia pada tahun 2020. Karena sebagai negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia, praktis kebutuhan akan pakaian muslim begitu tinggi. Indonesia menjadi pangsa pasar konsumsi pakaian muslim terbesar ke-5 di dunia, setelah Turki, Uni Emirat Arab, Nigeria, dan Saudi Arabia. Sedangkan eksportir terbesar pakaian muslim adalah Cina, India, dan Turki. 

Tjahya Widayanti selaku Plt. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag merasa optimis bahwa tekad Indonesia untuk menjadi pusat fashion muslim dunia bukanlah tidak mungkin melihat peningkatan tren produk fesyen pada Januari 2016 lalu.

Bincang-bincang Menatap Masa Depan Industri Pakaian Muslim Indonesia
Para pembicara berfoto dengan panitia dan model
         Sebenarnya target untuk menjadikan Indonesia sebagai sentra mode muslim dunia telah dicetuskan sejak tahun 2010. Dalam rentang waktu 6 tahun, terlihat semakin ramai pemain yang menawarkan keragaman gaya busana muslim yang berhasil diterima pasar lokal.  

        Oleh karena itu Indonesian Fashion Chamber (IFC) yang didukung oleh Hijabersmom Community (HmC) sebagai strategic partner dan Ditali Cipta Kreatif sebagai organizer, berupaya melakukan langkah konkret yang berkesinambungan dengan menggelar Muslim Fashion Festival Indonesia (MUFFEST) sebagai ajang untuk memasarkan keragaman gaya busana muslim kreasi desainer dan label Indonesia. Mulai dari gaya konvensional hingga gaya urban untuk memenuhi berbagai selera konsumen di pasar lokal maupun internasional. 

           Ali Charisma, Ketua Nasional IFC berpendapat bahwa kehadiran Muslim Fashion Festival Indonesia akan ikut menyokong industri fashion muslim di Indonesia. Dengan terwujudnya Indonesia sebagai pusat fashion muslim dunia tentu saja akan menggerakkan perekonomian nasional sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

fashion show di tengah-tengan acara presscon

MUFFEST Indonesia yang akan digelar pertama kalinya pada 25-29 Mei 2016 di Plaza Selatan, Istora Senayan, Jakarta akan mengusung tema #ScreenshotTheLook. Untuk meningkatkan kompetensi produk fashion muslim Indonesia agar dapat bersaing di pasar global, MUFFEST Indonesia mengarahkan pada ready to wear craft fashion dengan mengoptimalkan kekayaan budaya lokal yang mengacu pada Indonesia Trend Forecasting (Muslim Fashion Trend) 2017/2018. 


         “Melalui tema tersebut, kami ingin menggaungkan keragaman style busana muslim Indonesia agar tersebar luas hingga ke tingkat internasional. Dengan aktivasi branding yang salah satunya memanfaatkan teknologi sosial media ini agar mata dunia menengok ke Indonesia,” tutur Taruna K. Kusmayadi, Project Director Muslim Fashion Festival Indonesia 2016.

Beberapa blogger dari +Bloggercrony Official yang turut meliput acara

           Dalam pagelaran tersebut akan ada fashion show yang menampilkan ragam karya desainer dan label busana muslim tanah air, di antaranya Ria Miranda, Jenahara, Irna Mutiara, Restu Anggraini, Hannie Hananto, Itang Yunasz, Deden Siswanto, Ali Charisma, Sofie, Nuniek Mawardi, Monika Jufry, Najua Yanti, Norma Hauri, Ina Priyono, Khanaan Samlan, Oka Diputra, Dwi Iskandar, Eridani, dan NurZahra. Selain itu, MUFFEST Indonesia 2016 akan menghadirkan rancangan desainer perwakilan Malaysia Fashion Week dan sejumlah desainer dari Turki, Italia, Rusia, Uni Emirat Arab, dan Bangladesh yang tergabung dalam Islamic Fashion and Design Council (IFDC). 

Selain itu, pagelaran ini akan menampilkan lebih dari 250 label fashion muslim yang memperkuat konsep ritel atau B2C sekaligus mengarah pada B2B dengan mendatangkan buyer lokal dan internasional. MUFFEST Indonesia bukan sekadar fashion event, melainkan sebagai fashion movement yang mensosialisasikan kebanggaan terhadap produk buatan lokal serta meningkatkan kepedulian sosial dan lingkungan hidup.

          Wahhh, tentu saja ini akan menjadi pagelaran yang sangat megah dan menarik, ya ... Yuk, kita ramaikan pagelaran Muslim Fashion Festival ini dengan turut hadir dan mengapresiasi karya-karya desainer UKM Indonesia ...

***

Jumat, 22 April 2016

SMESCO DIGIPRENEUR DAY - Digitalisasi UKM demi Kuasai Pasar Global

pak Ahmad Zabadi dan mba Ika dari @indoblognet

Jakarta - MEA sudah mulai berlaku sejak Desember 2015 lalu, sudah seharusnya UKM lebih berupaya untuk bersaing dengan pelaku usaha dari penjuru ASEAN. SMESCO (Small and Medium Enterprises and Cooperatives) sangat peduli dengan hal ini sehingga salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan dukungan agar UKM tidak hanya aktif secara offline namun juga secara online.

Lewat acara SMESCO Digipreneur Day yang diselenggarakan di Galeri Indonesia WOW, Gedung SMESCO,  pada tanggal 19-20 April 2016 yang lalu, bapak Ahmad Zabadi, selaku Direktur Utama LLP-KUKM atau Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi, Usaha Kecil dan UKM, menyampaikan bahwa LLP-KUKM ingin memajukan UKM lewat semangat digitalisasi serta mengoptimalkan digitalpreneur demi semakin majunya UKM di pasar global. 


salah satu pojok produk-produk UKM
Salah satu blogger, Desy Yusnita, sedang menikmati set furniture hasil karya UKM

salah satu produk yang dipamerkan
Ahmad Zabadi menyatakan bahwa UKM kita sangat kuat dan potensial menyerap pasar dalam dan luar negeri sehingga sangat perlu untuk didukung secara digital juga. Beliau memberi contoh bahwa setiap mengadakan pameran UKM di luar negeri, booth UKM dari Indonesia selalu menarik perhatian pengunjung dan menjual cukup banyak produk.

Perkembangan digitalpreneur saat ini sangat berpengaruh terhadap bertambahnya lapangan pekerjaan, meningkatnya investasi serta pendapatan yang tentunya akan memberikan dampak yang sangat positif terhadap perekonomian bangsa Indonesia.

Mengutip perkataan Ahmad Zabadi bahwa "yang membuat suatu bangsa maju perekonomiannya bukan hanya karena produknya berkualitas namun juga karakter bangsa tersebut." Hal ini berkaitan dengan pendapat yang menyatakan bahwa masyarakat Indonesia terlalu konsumtif dan hobi belanja online


produk kecantikan hasil UKM
Nah, alangkah baiknya jika hal tersebut justru kita alihkan menjadi sesuatu yang lebih positif yaitu dengan membangun kesadaran dan kebanggaan akan produk-produk lokal terutama buatan UKM. Mempromosikan produk-produk UKM sehingga menjadi viral baik di dalam mau pun luar negeri.

Dalam kesempatan tersebut, selain berbincang-bincang dengan bapak Ahmad Zabadi, para peserta #SMESCODigipreneurDay juga bisa melihat-lihat pameran produk-produk unggulan dari 34 pavilun daerah dan mengikuti coaching fotografi dengan Ferry Ardianto dan bincang asik dengan Farhan (Efenerr) serta Putra Agung mengenai konten yang kuat dan viral.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai Cara Membuat Foto yang Menggugah Rasa yang disampaikan oleh fotografer terkenal Ferry Ardianto?. Silahkan baca artikel lengkapnya di blog www.zataligouw.com di sini

***

Minggu, 27 Maret 2016

UKM Hadapi MEA? Ini dia strateginya ...

usaha kecil2an saya ;p
Banyak UKM mungkin lebih tepatnya usaha mikro seperti saya yang tidak 'ngeh' bahkan tidak tahu apa itu Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sehingga tidak ada persiapan apa pun yang dilakukan demi bersaing dengan pelaku usaha kecil dan mikro dari negara ASEAN lainnya.

Saya sendiri, sebagai penyedia jasa kecil-kecilan turut mempersiapkan diri menghadapi MEA yang sudah berlaku sejak Desember 2015 lalu. Saya ingin bercerita dan berbagi tips sederhana yang saya jalankan demi bisa bersaing dengan pelaku usaha sejenis lainnya, mungkin bisa berguna ya..

Dalam menghadapi MEA, ada beberapa hal penting yang saya rasa sangat perlu ditingkatkan, apa pun jenis usahanya, yaitu:

KUALITAS
Ini nomor satu. Saat barang atau jasa yang kita jual jelek kualitasnya, sudah pasti kita tidak akan mampu bersaing. Bahkan jika hanya lumayan pun, rasanya tidak akan cukup untuk menjadi usaha yang bisa bertahan lama. Kualitas bagus sudah harga mati, syukur-syukur bisa dibuat di atas rata-rata.

Dari pengalaman saya, karena kebetulan saya bergerak di bidang jasa dan produk juga, saya berusaha membuat kualitas jasa serta hasil produk saya semaksimal mungkin, sesuai dengan budget yang tersedia, lalu saya lebihkan sedikit. Sebagai contoh, di bidang fotografi yang saya jalankan bersama suami, kami selalu berusaha mengeluarkan usaha ekstra (yang pada awalnya biasanya tidak kami mention kepada klien) untuk menghasilkan produk yang kualitasnya lebih dari yang diharapkan klien sebelumnya.

PELAYANAN
Saat kualitas sudah bagus, saatnya kita konsentrasi meningkatkan pelayanan. Banyak sekali penyedia jasa dan produk yang punya kualitas bagus, lalu bagaimana kita bisa stand out di antara mereka?, ya pelayanan yang bagus dan berbeda, dong.

Istilah 'pembeli adalah raja' bisa diaplikasikan secukupnya di sini karena memang bukan berarti kita mendewakan klien hingga mau melakukan apa saja. Yang saya lakukan kurang lebih sama dengan poin kualitas di atas, saya akan memberi yang terbaik lalu menambahkan sedikit lagi sebagai bonus sehingga klien merasa diistimewakan.

Inti dari pelayanan antara lain respon yang cepat seperti membalas email, menjawab pertanyaan, memberi apa yang di minta oleh klien, dan seterusnya.

BAHASA
Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa di era MEA ini, bahasa, dalam hal ini bahasa Inggris menjadi alat komunikasi yang minimal harus dikuasai oleh pelaku usaha termasuk usaha kecil. Saya ambil contoh, saat suami saya mendapat sidejob membuat foto dan video dari Brunei, sempat ada kendala bahasa yang terjadi. Memang mereka lebih banyak menggunakan bahasa Melayu di mana suami saya pun mengerti bahasa tersebut, namun seringkali, saat harus meeting dengan orang yang non Melayu, terpaksa bahasa Inggris lah yang dipakai.

Belajar dari hal tersebut, suami mau belajar dan akhirnya bisa berkomunikasi meski pun belum lancar tapi cukup lah untuk bekerja dan menjalin komunikasi dengan klien. Yuk, mulai perdalam bahasa Inggris kita. Belajar sendiri saja, bisa lewat buku, kaset, dan internet, kok.

PEMASARAN 
Sudah punya kualitas barang bagus, pelayanan pun oke, bahasa Inggris sudah mantap, lalu apa lagi?. Pemasaran adalah poin terpenting terakhir yang akan saya bahas di sini.

Pemasaran terbagi dua, yaitu offline dan online. Saya tidak terlalu banyak menjalankan yang offline karena kebetulan hasil mouth to mouth alias pemasaran dari mulut ke mulut sudah cukup punya dampak baik. Seringkali kami menerima klien yang mengetahui jasa kami dari klien-klien sebelumnya dan hal tersebut terjadi karena gabungan semua poin di atas tentunya.

Online adalah salah satu yang sedang saya bangun saat ini, lewat sosial media, wensite/blog, serta iklan yang murah meriah.

Mau tahu lebih banyak tentang marketing bagi usaha kecil? silahkan baca tulisan saya tentang "10 Ide Marketing Untuk Usaha Kecil"

Semoga bermanfaat yaaa..

***



Selasa, 22 Maret 2016

10 Ide Marketing Untuk Usaha Kecil

salah satu usaha sampingan saya yg kliennya dari mulut ke mulut

Sebenarnya ini adalah artikel lama namun saya recycle karena akhir-akhir ini saya ingin sekali mengembangkan satu dua usaha kecil yang sudah lama 'terlantar'. Saya pun kembali mencoba-coba beberapa ide marketing ini untuk menghidupkan usaha sampingan itu kembali.