Jumat, 20 Mei 2016

MUFFEST 2016 dan Cita-cita Indonesia Sebagai Pusat Fashion Muslim Dunia


 
Tanggal 19 Mei 2016 kemarin, Kementrian Perdagangan mengadakan konferensi pers menjelang diadakannya Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Indonesia 2016. Sebanyak 40 desainer yang semuanya adalah UKM, akan difasilitasi Kemendag dalam pagelaran besar ini. 

MUFFEST 2016 adalah salah satu kegiatan yang diharapkan dapat membuat Indonesia menjadi salah satu kiblat busana muslim dunia pada tahun 2020. Karena sebagai negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia, praktis kebutuhan akan pakaian muslim begitu tinggi. Indonesia menjadi pangsa pasar konsumsi pakaian muslim terbesar ke-5 di dunia, setelah Turki, Uni Emirat Arab, Nigeria, dan Saudi Arabia. Sedangkan eksportir terbesar pakaian muslim adalah Cina, India, dan Turki. 

Tjahya Widayanti selaku Plt. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag merasa optimis bahwa tekad Indonesia untuk menjadi pusat fashion muslim dunia bukanlah tidak mungkin melihat peningkatan tren produk fesyen pada Januari 2016 lalu.

Bincang-bincang Menatap Masa Depan Industri Pakaian Muslim Indonesia
Para pembicara berfoto dengan panitia dan model
         Sebenarnya target untuk menjadikan Indonesia sebagai sentra mode muslim dunia telah dicetuskan sejak tahun 2010. Dalam rentang waktu 6 tahun, terlihat semakin ramai pemain yang menawarkan keragaman gaya busana muslim yang berhasil diterima pasar lokal.  

        Oleh karena itu Indonesian Fashion Chamber (IFC) yang didukung oleh Hijabersmom Community (HmC) sebagai strategic partner dan Ditali Cipta Kreatif sebagai organizer, berupaya melakukan langkah konkret yang berkesinambungan dengan menggelar Muslim Fashion Festival Indonesia (MUFFEST) sebagai ajang untuk memasarkan keragaman gaya busana muslim kreasi desainer dan label Indonesia. Mulai dari gaya konvensional hingga gaya urban untuk memenuhi berbagai selera konsumen di pasar lokal maupun internasional. 

           Ali Charisma, Ketua Nasional IFC berpendapat bahwa kehadiran Muslim Fashion Festival Indonesia akan ikut menyokong industri fashion muslim di Indonesia. Dengan terwujudnya Indonesia sebagai pusat fashion muslim dunia tentu saja akan menggerakkan perekonomian nasional sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

fashion show di tengah-tengan acara presscon

MUFFEST Indonesia yang akan digelar pertama kalinya pada 25-29 Mei 2016 di Plaza Selatan, Istora Senayan, Jakarta akan mengusung tema #ScreenshotTheLook. Untuk meningkatkan kompetensi produk fashion muslim Indonesia agar dapat bersaing di pasar global, MUFFEST Indonesia mengarahkan pada ready to wear craft fashion dengan mengoptimalkan kekayaan budaya lokal yang mengacu pada Indonesia Trend Forecasting (Muslim Fashion Trend) 2017/2018. 


         “Melalui tema tersebut, kami ingin menggaungkan keragaman style busana muslim Indonesia agar tersebar luas hingga ke tingkat internasional. Dengan aktivasi branding yang salah satunya memanfaatkan teknologi sosial media ini agar mata dunia menengok ke Indonesia,” tutur Taruna K. Kusmayadi, Project Director Muslim Fashion Festival Indonesia 2016.

Beberapa blogger dari +Bloggercrony Official yang turut meliput acara

           Dalam pagelaran tersebut akan ada fashion show yang menampilkan ragam karya desainer dan label busana muslim tanah air, di antaranya Ria Miranda, Jenahara, Irna Mutiara, Restu Anggraini, Hannie Hananto, Itang Yunasz, Deden Siswanto, Ali Charisma, Sofie, Nuniek Mawardi, Monika Jufry, Najua Yanti, Norma Hauri, Ina Priyono, Khanaan Samlan, Oka Diputra, Dwi Iskandar, Eridani, dan NurZahra. Selain itu, MUFFEST Indonesia 2016 akan menghadirkan rancangan desainer perwakilan Malaysia Fashion Week dan sejumlah desainer dari Turki, Italia, Rusia, Uni Emirat Arab, dan Bangladesh yang tergabung dalam Islamic Fashion and Design Council (IFDC). 

Selain itu, pagelaran ini akan menampilkan lebih dari 250 label fashion muslim yang memperkuat konsep ritel atau B2C sekaligus mengarah pada B2B dengan mendatangkan buyer lokal dan internasional. MUFFEST Indonesia bukan sekadar fashion event, melainkan sebagai fashion movement yang mensosialisasikan kebanggaan terhadap produk buatan lokal serta meningkatkan kepedulian sosial dan lingkungan hidup.

          Wahhh, tentu saja ini akan menjadi pagelaran yang sangat megah dan menarik, ya ... Yuk, kita ramaikan pagelaran Muslim Fashion Festival ini dengan turut hadir dan mengapresiasi karya-karya desainer UKM Indonesia ...

***