Kamis, 29 Maret 2018

Sensasi Keliling Indonesia di Telkom Cratf Indonesia 2018


BERKELILING INDONESIA DI TELKOM CRAFT INDONESIA 2018
Pertama kali melangkahkan kaki di Telkom Craft Indonesia 2018 (TCI 2018) beberapa hari lalu, saya sempat terhenti sejenak, terkagum-kagum akan megahnya pameran tersebut serta suasananya yang serasa membawa saya ke suatu masa. Ya, masa di mana saya masih sering berkeliling Indonesia bersama sebuah program televisi bertema petualangan.

Saat itu, setiap datang ke suatu daerah di Indonesia, sebagai seorang perempuan dan ibu 2 anak (saat itu si bungsu belum lahir), saya selalu tak lupa untuk mencari oleh-oleh khas daerah tersebut dan tentu saja tak jauh-jauh dari fashion, craft, dan kuliner!.

Berjalan ke pasar tradisional di Jogja untuk mencari kain batik, mampir di toko oleh-oleh khas Semarang, berjalan kaki di pinggir pantai sambil menikmati kuliner di Makassar, dan seterusnya, menjadi sebuah ritual tak terlupakan yang membuat saya makin mencintai Indonesia.

Lalu, sejak si bungsu lahir, saya memilih untuk tidak banyak bepergian ke luar kota. Sesekali saja, itu pun tidak lama. 

Maka tak heran saat saya datang di pameran Telkom Craft Indonesia 2018 kemarin, rasa kangen yang luar biasa akan kekayaan budaya Indonesia, rasanya cukup terobati dengan berada di sana. 

Cukup berada di satu tempat, di Telkom Craft Indonesia 2018 dan saya merasa sedang berkeliling Indonesia untuk menikmati fashion, craft, serta kulinernya!


Saat saya datang di tanggal 24 Maret 2018, pengunjung terbilang ramai.

Serasa keliling Indonesia, deh...

"Cukup berada di satu tempat, di Telkom Craft Indonesia, dan saya berasa sedang berkeliling Indonesia untuk menikmati fashion, craft, serta kulinernya!"


Seharian berkeliling rasanya masih tidak puas. Saya memanjakan tak hanya mata dan lidah di sana, namun juga kantong saya, hehehe. Bagaimana tidak, ternyata harga-harga yang ditawarkan tidak semahal yang saya duga, belum lagi potongan harga yang ditawarkan  jika memakai Tcash, kartu kredit dan kartu debit tertentu, serta jika belanja lewat BLANJA.com.

Di setiap booth sudah tersedia perangkat komputer yang menampilkan website BLANJA.com di layarnya. Jadi, jika ingin belanja, bisa langsung sign up, atau log in di komputer yang disediakan penjual dan tentu saja akan langsung mendapat harga khusus.


Pakai Tcash di TCI 2018 dan langsung dapat diskon!


Blanja di TCI 2018 dengan Blanja.com

FASHION, FOOD, and CRAFT
Kebetulan saya pecinta fashion, jadi yang pertama saya datangi adalah booth yang menjual barang-barang fashion, mulai dari kain batik, baju batik, pakaian dari kain tenun, sampai scarf lucu yang digambar warna-warni dengan tema daerah tertentu.

Hampir semua booth membuat saya gatal untuk mampir, namun ada beberapa yang memang benar-benar menarik perhatian saya. Ada beberapa booth yang menjual kain tenun serta pakaian dan tas yang terbuat dari kain tenun juga.

Bahkan di salah satu booth ada yang turut menghadirkan seorang penenun agar para pengunjung bisa mengetahui bagaimana proses kain-kain cantik tersebut dibuat.


Ibu ini sedang memperagakan cara menenun di salah satu booth di TCI 2018.

Booth lain yang menarik perhatian saya adalah Yogiswari Pradjanti yang memamerkan pakaian bermotif unik dan berwarna-warni.

Saya mampir ke sana dan ngobrol dengan asisten mba Yogi soal kreatifitas pembuatan produk UKM bernama Yogiswari Pradjanti ini. Menurutnya, untuk sebuah karya, misalnya sebuah scarf dari bahan sutera, mba Yogi bisa menghabiskan waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu untuk menggambarinya.

Itu kenapa tiap karyanya menjadi unik dan tidak pasaran karena hanya ada beberapa buah dari tiap model dan motif.

Motif yang menarik serta permainan warna yang playful membuat saya betah berlama-lama di booth ini.

Craft adalah adiksi saya sejak kecil. Saya suka sekali membuat sesuatu yang berbau 'crafting'. Saat masih di sekolah dasar, saya bahkan sudah membuat sendiri tempat pensil serta beberapa pernak pernik lainnya. Ada beberapa hasil DIY dan craft buatan yang sempat saya jual pada teman-teman, hihihi..

Nah, tentu saja di acara TCI 2018 ini salah satu yang menarik perhatian saya adalah barang-barang kerajinan tangan yang sumpah lucu-lucu banget! 

Ada beragam kalung unik dari kain perca, manik-manik, kulit, dan sebagainya. Ada gantungan kunci berbentuk wayang, sampai bantal-bantal empuk yang terbuat dari kain batik.

Produk UKM bernama JumbaJamba ini super cute banget, nggak, sih?!

Puas dengan fashion dan craft, perut mulai terasa lapar, dan tujuan saya tentunya tak jauh-jauh dari mencicipi kuliner khas yang juga dijual di TCI 2018 ini.

Di deretan yang khusus menjual makanan dan minuman terdapat beraneka macam pilihan makanan dan minuman khas dari berbagai daerah di Indonesia. 

Ada pai susu, sambal bebek, ikan bandeng, keripik, sosis Solo, kopi, dan masih banyak lagi. Saya pun mencicipi berbagai makanan yang ada dan tentu saja membelinya untuk oleh-oleh bagi anak-anak di rumah.

Tak lama berselang, dua kotak pai susu favorit anak-anak, dua toples sambal, tiga macam keripik aneka rasa, dan tentu saja sebungkus biji kopi sudah berpindah ke kantong belanjaan saya :).


Salah satu produk kuliner asli Indonesia.

Serunya lagi, dalam acara TCI 2018 lalu juga banyak hiburan dari beberapa penyanyi dan band terkenal. Dan yang justru paling bikin saya salut, sih, persembahan tari-tarian dari beberapa daerah di Indonesia yang dipersembahkan oleh anak-anak muda berbakat, kebanyakan dari mereka seumuran kaka dan abang, lho. Keren!

Tari-tarian tersebut merupakan salah satu bagian dari program "Telkom Peduli Budaya Nusantara."


Para penari ini baru kelas 3 SMP, lho. Salut banget sama mereka dan Telkom juga tentunya lewat program "Telkom Peduli Budaya Nusantara."

LOCAL HEROES TO GLOBAL CHAMPIONS
Di sela-sela acara berburu fashion, craft, dan kuliner tersebut, saya juga hadir di sesi bincang-bincang bersama Blanja.com yang temanya sangat menarik buat saya sebagai pelaku serta pemerhati UKM, yaitu "Local Heroes to Global Champions."

Nara sumber yang hadir adalah dua pemilik UKM ASLI INDONESIA, yaitu Yukka dari BRO.DO dan Mamo dari Selawase. Bapak Aulia Ersyah Marinto selaku CEO dari BLANJA.com juga hadir dalam kesempatan tersebut.

Yukka berbagi cerita mengenai awal mula ia dan temannya, Uta, mendirikan BRO.DO, sebuah merek sepatu lokal khusus untuk laki-laki berukuran kaki besar.

Lelaki bertubuh jangkung ini mengaku sulit sekali menemukan ukuran sepatu yang sesuai dengannya yaitu nomor 46. Ia pun kadang harus membeli sepatunya sampai ke luar negeri demi menemukan ukuran yang cocok.

Yukka juga mengamati bahwa produk sepatu yang dibelinya juga kebanyakan adalah made in Indonesia. Berawal dari pemikiran bahwa produk buatan Indonesia ternyata sangat diminati di luar negeri, ia pun berpikir kenapa tidak membuatnya dan menjualnya di sini?.

Bersama dengan rekannya, Yukka memutuskan untuk membuat sendiri sepatu berukuran besar sekaligus memasarkannya di Indonesia. 

Karena belum ada modal yang cukup, tahun 2011 BRO.DO dijual secara online, belum memiliki toko fisik sendiri seperti sekarang.

Ternyata sambutannya luar biasa. Setelah melewati proses yang cukup berliku, sampailah BRO.DO pada tahap ini, di mana mereka menjadi salah satu produk dengan penjualan online yang sangat bagus.

Pak Aulia, pak Mamo, serta mas Yuka di talkshow "Local Heroes to Global Champions."

Pak Mamo juga berbagi inspirasi lewat usaha tas batiknya. Ia memberi tips agar pengusaha lokal juga bisa sukses di kancah internasional, antara lain dengan memberi totalitas dalam berusaha dan menjaga kepercayaan konsumen, tentunya lewat kualitas produk serta pelayanan yang baik. 

Bicara soal pelayanan, menurut pak Aulia, BLANJA.com sudah mendukung sekitar 400 UKM binaan Telkom serta BUMN lain ini dan membantu mereka untuk melayani penjualan secara online pada pasar yang jauh lebih luas.

BLANJA.com adalah marketplace pertama yang berdedikasi mendukung dan menyediakan tempat khusus untuk produk-produk UKM asli Indonesia. Asli Indonesia maksudnya bukan hanya penjualnya saja yang orang Indonesia, namun produk yang dijual juga merupakan barang asli buatan Indonesia.

Dengan bergabung bersama BLANJA.com para UKM ini punya platform e-commerce dan bisa bertransaksi secara digital kapan saja di mana saja, termasuk di TCI 2018.

Dengan memanfaatkan teknologi digital, menurut pak Aulia, diharapkan UKM memiliki daya saing yang tinggi dan makin kreatif serta inovatif sehingga turut berperan menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

(UPDATE - Dari beberapa artikel yang saya baca, jumlah pengunjung di TCI 2018 lalu tercatat lebih dari 25 ribu orang dan transaksi digital atau cashless mencapai 78%!)
  

NGGA SEMPAT DATANG KE TCI 2018? 
Tidak sempat datang ke Telkom Craft Indonesia 2018 lalu, tapi naksir barang-barangnya?. Eits, jangan sedih. Kamu tetap bisa membeli produk-produk UKM asli Indonesia tersebut lewat BLANJA.com, kok. 

Kamu tinggal buka websitenya, lalu di bagian kanan atas ada tulisan "Koleksi Produk ebay" dan di sebelahnya ada "Asli Indonesia". Klik tulisan "Asli Indonesia" dan temukan produk-produk asli buatan Indonesia yang kamu inginkan.


Temukan produk-produk UKM Asli Indonesia di BLANJA.com

Nah, udah baca laporan pandangan mata plus cerita blanja-blanji saya, kan. Yuk, ah, langsung kepo-in BLANJA.com. MASA IYA NGGA BLANJA ;p


*********

67 komentar:

  1. Ibu-ibu yang bertenun di atas, dari mana asalnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ibu petenun itu datang dari Lombok Yos

      Hapus
    2. waa makasih pak Dian udah bantu jawabin. maaf ya mas Yos, aku baru balik dari luar kota, slowres bgt hehehe..

      Hapus
  2. Waaaa rameee bangeet yaaa. Aku gak bisa hadir di event kemarin ini. Kayaknya aku mau langsung cusss ke blanja.com. speerti tahun lalu juga seperti itu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa langsung ke blanja.com aja kalo ada yg ditaksir Lin...

      Hapus
  3. Aku selalu jatuh cinta sama kain-kain Indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa samaa mba, aku juga suka banget sama kain2 Indonesia

      Hapus
  4. Yang paling saya ingat dari acara ini adalah booth kulinernya. Sebab...bisa icip-icip aneka makanan yang enak-enak hahaha.

    BalasHapus
  5. Acaranya seru dan keren ya mbak.. apalagi sampai memindah alat tenun dan mempraktekkan di sana. Sipp..

    Kulinernya ada lumpia dan bandeng presto nggak mbak? Kalau nggak ada, silahkan mampir ke Semarang, hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. kulinernya lumayan lengkap kemarin tapi aku ngga nemu lumpia sepertinya...sipsip, pengen main ke semarang lagi jadinya, heheheh..

      Hapus
  6. Aku juga seneng banget kain khas Indonesia mbak.. ih cute bgt bgt ituu
    Wah dari kecil udah kreatif dong dirimuu mbak ^^

    BalasHapus
  7. Produk-produk yang ada di Telkom Craft ini bagus-bagus yaa.. :D

    BalasHapus
  8. aku pun termasuk penikmat pameran cradft kek beginian. Banyak inspirasi dan sering terwow-wow dengan aneka kerajinan endonesyaaaah yang emeijingggg

    BalasHapus
  9. Aduh aku kalau liat pameran craft gini lemah banget! Bisa langsung habis uang bulanan. Aku ketinggalan banget info acara ini mbak. Next time infoin dan ajak-ajak dong mbak biar aku bisa ke sana juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk yuk rencanain ke sana lagi tahun depan...

      Hapus
  10. Wah seruuu...
    Saya punya foto Zata tengah bertanya di layar raksasa di belakang panggung

    BalasHapus
  11. Acara Telkom Draft diadakan tiap tahun Mbak?
    Harapannya tahun depan mau banget ke sana

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, tiap tahun, ini baru tahun ke dua. Yuk yuk tahun depan ke sana lagi.

      Hapus
  12. Ya ampun beneran kayak keliling Indonesia y mba, melihat hasil karya setiap daerah yg semuanya Bagus banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa mba, lengkap banget soalnya :)

      Hapus
  13. kagum sama penarinya, cantik2 ya...ga sangka mereka masih SMP.

    BalasHapus
  14. Indonesia kaya akan kain, setiap daerah punya khas kain sendiri2

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya tiap daerah punya ciri khasnya masing2 ya mas...

      Hapus
  15. Wuih kain tenunnya cakep-cakep. Aku suka koleksi kain dan sayang kalau mau dibuat baju,suka kupandangi saja. Salam mba:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahaha iya ya Dew, sama, aku pun kadang suka sayang sama kain kalo mau dijahit, tapi kalo gak kepake sayang jugaaa..

      Hapus
  16. koleksi kainnya bagus2 ya, mbak, serasa kelilingg nusantara yaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa betul, serasa keliling Indonesia lagii...

      Hapus
  17. event seru nih, sayang banget kelewatan infonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo gitu tunggu tahun depan mba, atau cuss ke blanja.com hehehe...

      Hapus
  18. Kain-kain indonesia sangat bagus dan aku bangga pakai kain tenun khas indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. betulll, bangga banget ya mba...

      Hapus
  19. ya ampun kainnya cakep cakep amat... selalu panik kalo liat kain batik...

    BalasHapus
    Balasan
    1. bahaya ya mba Yat, bikin kalap, hihihi...

      Hapus
  20. Rame dan seru sekali acaranya Mba. Salut sama anak2 SMP yang mau menari daerah

    BalasHapus
  21. Ahh laper mataaa oas lihat kain batiik ituuh, pasti kalap dah *keukeupin dompet

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener teh, bahaya euy kalo liat kain kitah hehehe..

      Hapus
  22. Ada wadah yang menampung hasil kerajinan itu keren lho. Ditambah bisa beli lewat e-commerce begini. Jadi nggak perlu jauh-jauh beli di daerahnya langsung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul banget Rul, karena semua bisa dibeli secara online, otomatis taraf ekonomi UKM yang menjual juga makin naik...

      Hapus
  23. Wah, waktu di media TV program petualangan mba Zara sebagai apa? Asik kayaknya tuh bisa kerja sambil keliling Indonesia. Btw sambelnya di atas menggiurkan deh. Hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku jd scriptwriter plus researchernya mas, yang kudu ikut juga setiap shooting :)

      Hapus
  24. Datang ke kegiatan seperti ini, asyik banget ya kakak. Aku pun ngerasa seperti keliling Indonesia. Aku apalagi bisa ketemu sama para pelaku UKM langsung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah iya bener banget, ketemu orang2 inspiratif senang banget yaa..

      Hapus
  25. Meski harganya termasuk terjangkau, kalau datang ke paameran seperti Telkom Craft gini mesti siapin dana yang cukup hehe. Barang-barangnya jelas amat sangat menggiurkan ya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju mba, harga emang terjangkau, tapi kalo kalap ya bahaya, hihihi...

      Hapus
  26. ciyusan deh, di artikel ini aku salfok sama ka zata. canttiiiiiiik banget!!!!
    bajunya lucu lucu yaa :D

    BalasHapus
  27. Wahh seru banget bisa ketemu langsung pengrajin UKM nya. Jadi kepingin sambelnya :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. sambelnya enak bangettt mba, sayang aku cuma beli sedikit huhuhu. etapi bisa deng beli lwt blanja.com hehehe..

      Hapus
  28. Bisa-bisa kalap kalo aku yang melipir ke sana hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahaha iya makanya harus hati2 Ie, atau gak blanjanya lwt blanja.com aja biar gak laper mata, hehehe

      Hapus
  29. wow keliling indonesia gt aja? mantap kak zata

    BalasHapus
  30. Keren acara Telkom ini mbak.
    Salfok sama.penari2 yg cantik2.

    BalasHapus
  31. wah bisa borong sambal aku klo kesana. :D

    BalasHapus
  32. keren-keren ya produknya... bikin bangga deh jadi orang Indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, bagus dan berkualitas banget, gak kalah bersaing deh dengan produk luar atau produk mahal lainnya..

      Hapus
  33. Huaaaaa, kain tradisionalnya, Biasanya aku kalau jalan-jalan nggak pernah lupa beli kain olahan setempat. Pasti cantik-cantik

    BalasHapus
    Balasan
    1. cakep2 apalagi kalo diliat langsung..

      Hapus