Jumat, 07 September 2018

Jadi Mamapreneur Sukses Dengan Bijak Kelola Keuangan

Lagi2 menimba ilmu di kelas edukasi literasi keuangannya VISA :)

Bagi sebagian perempuan, mengelola keuangan bukanlah hal yang mudah, bahkan masih banyak yang mengakui bahwa mengelola keuangan menjadi pe er penting buat mereka, termasuk saya sebenarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Visa, OJK, dan BI kembali mengkampanyekan #IbuBerbagiBijak dengan memberikan edukasi tentang literasi keuangan pada para perempuan. Tujuannya agar semakin banyak perempuan, khususnya ibu di Indonesia yang mampu mengelola keuangan rumah tangga mereka.

Rangkaian edukasi dilakukan baik online mau pun offline, beragam topik pun dibahas dari mulai tips membuat anggaran, tips menabung, dan mengatur pengeluaran dengan bijak, hingga kiat-kiat mendapatkan penghasilan tambahan, serta tentu saja tips yang berkaitan dengan keamanan bertransaksi non tunai.


Seperti biasa, trainernya mba Prita Ghozie yang ebak banget bawain informasinya.
Ibu-ibu HIMPAUDI yang bersemangat sekali pagi itu.

Tips Mengelola Keuangan Dari Prita Ghozie

Nah, kemarin itu, mba Prita Ghozie memberi edukasi pada kami para blogger serta ibu-ibu HIMPAUDI Jagakarsa tentang bagaimana cara mengelola keuangan kita.

Sebelum memulai presentasinya lebih jauh, mba Prita menanyakan 3 hal ini kepada para peserta: 

1. Apakah kita punya hutang?

2. Apakah kita punya simpanan untuk situasi darurat?

3. Apakah kita memiliki tabungan?

Pertanyaan di atas adalah bentuk dari cek keuangan atau financial check up yang perlu kita lakukan sebelum melangkah lebih lanjut. Dengan menjawab serta menganalisa pertanyaan-pertanyaan di atas kita akan tahu apakah kondisi keuangan kita sehat atau tidak.

Ayoo apa hasilnya? (sumber @ibuberbagibijak)

Jika kita punya banyak hutang, pengeluaran lebih besar dari pemasukan, tidak punya dana darurat dan simpanan, jelas sekali bahwa keadaan keuangan kita sangat tidak sehat.

Namun jika penghasilan masih sebanding dengan pengeluaran, hanya ada sedikit-sedikit masalah keuangan dan punya investasi meskipun sedikit sudah bisa dikategorikan sebagai kondisi keuangan yang sehat.

Akan lebih sempurna lagi jika kondisi keuangan kita mandiri dan sejahtera. Seperti bisa dilihat di gambar di atas, keuangan kita dikatakan mandiri jika penghasilan lebih besar daripada pengeluaran, tidak punya utang kartu kredit, dan memiliki inveastasi yang maksimal.

Nah, setelah kita tahu kondisi keuangan kita, barulah kita bisa melangkah ke tahap selanjutnya yaitu membentuk dana darurat, mengatur pos-pos pengeluaran, mengatur anggaran belanja, serta merencanakan keuangan demi masa depan keluarga yang lebih baik.

Mendengarkan presentasi mba Gladies sambil nyobain browniesnya dia :)

Kiat Wirausaha dari Pemilik Dapur Gladies

Pada kesempatan yang sama, Gladies Rahman, pemilik Dapur Galdies Bandung dan Jakarta berbagi tips soal wirausaha.

Mamapreneur yang menginspirasi ini memberi masukan agar setelah kita memeriksa kondisi keuangan kita, barulah kita memikirkan ide usaha yang bisa kita lakukan.

Setelah kita memastikan usaha yang ingin kita kelola, hindari berhutang apalagi jika kondisi keuangan kita sudah tidak sehat. Karena berhutang bukannya memperbaiki kesehatan dompet, malah bisa memperparahnya. Jadi sebaiknya mulai dengan modal sekecil mungkin yang membuat kita tidak perlu berhutang dulu.

Sama halnya dengan mba Prita, Gladies juga mengingatkan kita untuk menyiapkan dana darurat karena saat memulai usaha kita masih belum stabil dan mungkin akan memerlukan dana ini.

Memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha juga sangat disarankan oleh Gladies agar keuangan pribadi serta keuangan usaha sama-sama sehat, tidak tumpang tindih. Dengan keuangan yang terpisah kita juga akan mampu menganalisa apakah usaha kita berjalan dnegan baik atau tidak.

Nah, sudah siap cek kesehatan keuangan serta mulai berwirausaha?. Semangat, yaaa....

*****

0 komentar:

Posting Komentar