Yuk, Perbaiki Kualitas Kemasan Demi Tingkatkan Daya Saing

Kualitas produk yang baik ditambah kemasan yang aman dan menarik membuat IKM naik kelas ..

Halow mamapreneur Indonesia ...

Kemarin saya berkesempatan hadir di acara Semarak Festival IKM Indonesia 2018 yang diadakan di hotel JS Luwansa, Jakarta. Tepatnya pada hari Kamis tanggal 13 Desember 2018.

Nah, temanya pas banget buat kita yang mamapreneur, nih, salah satunya tentang KEMASAN. Seperti kita ketahui, salah satu kendala Industri Kecil dan Menengah (IKM) dalam berjualan online adalah penampilan dari kemasan produknya.

Bener, kan? Saya pribadi beberapa kali kecewa saat membeli produk IKM yang ternyata kemasannya kurang bagus, baik secara visual maupun secara kualitas. Itu kenapa Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Ditjen Industri Kecil dan Menengah  terus meningkatkan daya saing IKM melalui perbaikan kualitas kemasan.

Dengan kemasan yang lebih berkualitas, diharapkan daya saing kita para mamapreneur yang merupakan IKM bisa semakin tinggi.

Lalu apa bentuk dukungan Kemenperin pada kita sebagai IKM?. Kemenperin memberikan fasilitas berupa desain kemasan dan mockup kemasan kepada IKM. Sampai tahun 2017 telah dibantu sekitar 6.998 desain kemasan dan 7.396 desain merek kepada 2.832 IKM serta bantuan cetakan kemasan yang diberikan kepada 371 IKM. Wihhh...

Saya di depan display kemasan yang kece-kece banget ...

Ibu Gati Wibawaningsih, Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, mengatakan bahwa tahun 2018 pengembangan IKM memang difokuskan pada pembinaan dan peningkatan kualitas kemasan. Juga dengan membentuk Klinik Desain Kemasan dan Merek sejak tahun 2003.

Klinik Desain Kemasan dan Merek dapat melayani bimbingan dan konsultasi pengembangan desain kemasan dan merek di daerah, bantuan cetak kemasan serta bantuan desain kemasan dan merek untuk IKM yang datang langsung. Klinik tersebut  juga ikut berpartisipasi pada kegiatan bimbingan dan pendampingan teknis desain merek dan kemasan yang diselenggarakan oleh daerah.

Tak hanya itu, Kemenperin juga telah menggelar program Workshop e-Smart IKM yang tidak hanya bantu IKM online, tetapi juga bantu IKM memperbaiki tampilan kemasan produknya.

Banyaknya bentuk kemasan yang belum bagus ternyata karena keterbatasan pengetahuan dan wawasan  pengusaha IKM tentang kemasan, terbatasnya ketersediaan bahan kemasan serta berlakunya minimum order dan lain-lain. Kondisi ini menyebabkan produk IKM menjadi kurang menjual padahal mutunya sudah cukup baik.

Dengan upaya tersebut di atas, maka Klinik Pengembangan Desain Merek dan Kemasan diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk IKM melalui peningkatan tampilan kemasan yang lebih artistik, berdaya jual dan memberikan informasi produk yang penting bagi konsumen.

Menteri Perindustrian yang hadir dalam acara Semarak Festival IKM 2018 di JS Luwansa.

Dalam acara "Semarak Festival IKM 2018" di hotel JS Luwansa ini hadir juga Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Bersama ibu Gati, bapak Airlangga memberikan penghargaan kepada para startup terbaik Indonesia, karena acara ini merupakan salah satu perwujudan keinginan Kementerian Perindustrian untuk turut berperan dalam penciptaan kuantitas dan kualitas produk serta sumber daya manusia khususnya pada Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Melalui berbagai bentuk kegiatan yang tertuju pada beberapa sasaran, diharapkan dapat lebih memacu dan meningkatkan lagi peranan IKM di dalam perekonomian Indonesia. Ada 4 (empat) hal dalam kegiatan ini yang jika disandingkan akan membentuk IKM yang mampu berdaya saing, yaitu : ciri khas produk, produk dan sdm yang berkualitas, pemanfaatan era digital serta pola pemasaran yang baik.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah Penganugerahan Penghargaan One Village One Product (OVOP) Tahun 2018. OVOP merupakan sebuah program yang bertujuan untuk mengembangkan produk unggulan khas dari daerah sehingga mampu untuk menembus pasar global.

Disinilah aspek ciri khas produk yang berkualitas serta mampu mengembangkan kehidupan masyarakat daerahnya menjadi penentu keberhasilan produk OVOP. Semakin berkualitas produk IKM yang dihasilkan, tentu akan semakin tinggi penghargaan yang didapatkan.

Aspek berikutnya adalah produk dan SDM yang berkualitas dimana Kementerian Perindustrian sangat mendukung aspek ini dengan memberikan fasilitasi untuk pengembangan produk.

Fasilitas tersebut antara lain fasilitasi SNI baik Pakaian Bayi, Mainan Anak dan Produk Elektronik; Fasilitasi Sertifikasi Good Manufacturing Practice (GMP); Fasilitasi Sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN); Fasilitasi Sertifikasi Biro Klasifikasi Indonesia (BKI); Fasilitasi Kemasan bagi IKM; dan juga fasilitasi untuk pengembangan SDM seperti : Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Kerja Barista & Perbengkelan Roda Dua.

Selamat kepada para startup yang menang !

Selamat kepada para startup yang menang, semoga makin sukses dan menginspirasi startup dan mamapreneur lainnya di seluruh Indonesia !

*****

1 komentar: